hidup seringan bulu

hi10 Cara Nikmati Hidup Seringan Bulu Kalau Anda sedang mengalami sindrom terhimpit beban hidup. Tanpa disadari, pikiran Anda selalu dikejar-kejar oleh berbagai hal. Deadline di kantor, pekerjaan di rumah yang seakan tak ada henti, urusan keuangan, keluarga, atau teman yang harus diselesaikan. Segera hentikan membebani diri sendiri. Buat hidup Anda seringan bulu yang terbang melayang di angkasa. Cosmo punya sepuluh cara untuk menghadapi berbagai situasi pelik ini, dan solusi untuk bikin hidup makin ringan! 1. Buat Ritual Pagi yang Menyenangkan Hidup penuh beban: Pagi itu, Anda terbangun tepat jam 7.30. Anda baru ingat, pagi ini Anda punya janji dengan klien tepat jam 9.00 pagi. Sementara itu, jarak rumah dengan kantor, jika tak macet, harus ditempuh dalam waktu sejam. Sekali lagi, itu jika tak macet. Jika tidak, tiba di kantor dalam satu setengah jam pun Anda sudah cukup beruntung. Alhasil, begitu mata melek, Anda langsung tergopoh-gopoh menuju ke kamar mandi. Boro-boro minum kopi dan sarapan, Anda bahkan tak punya waktu buat memilih baju. Anda pun hanya pasrah menyambar setelan yang ada di tumpukan baju paling atas di lemari. Saking terburu-burunya, Anda pun hanya sempat memoles moisturizer dan bedak tipis. Melukis alis dan pasang maskara? Aduh, mana sempat! Dengan dandanan setengah jadi itu, Anda pun langsung kabur berangkat ke kantor (dan masih untung sepatu yang Anda kenakan di kaki kiri dan kanan berwarna sama!). Solusi hidup seringan bulu: Sebelum tidur, pikirkan apa saja yang harus Anda kerjakan keesokan harinya. Jika memang Anda memberikan janji bertemu dengan klien di pagi hari, jangan sok malu karena harus pasang weker. Sebaiknya, setel alarm 20 menit lebih cepat dari waktu seharusnya Anda terbangun. Dan yang paling penting: bangunlah tepat saat alarm berbunyi. Saat membuka mata, luangkan waktu buat diri sendiri. Melakukan ibadah atau berolahraga kecil di dekat tempat tidur, misalnya. Setel lagi pikiran Anda untuk berbagai program yang harus dikerjakan hari ini. Setelah itu dilanjutkan dengan ritual mandi dengan santai dan perasaan tenang (hingga Anda bisa melakukannya sambil bernyanyi-nyanyi, pastinya!). Syukur-syukur Anda sudah menyiapkan baju yang dikenakan semalam sebelumnya, jadi waktu pun tak akan terbuang percuma di depan lemari. Selanjutnya, tinggal nikmati menu sarapan pagi, dan Anda pun siap menghadapi hari baru dengan senyum lebar! 2. Tak Lagi Buang Waktu di Jalan Hidup penuh beban: Jika Anda hidup di kota besar, seperti Jakarta, misalnya, rasanya memang susah sekali untuk tak terjebak dengan kemacetan, kecuali jika Anda memang tinggal satu RT dengan kantor Anda! Dan yang mungkin sering terjadi, Anda menggerutu setiap kali macet menghadang. Anda panik, mengklakson mobil, berusaha mencari jalan pintas yang justru berujung dengan kemacetan yang makin tak terperi! Setelah itu, Anda pun sibuk menghitung berapa banyak waktu yang terbuang dalam hidup ini akibat kemacetan kota. Jika katakanlah setiap hari Anda terpaksa harus menghabiskan sejam di tengah macet, jadi berapa banyak total waktu yang terbuang dalam waktu seminggu, sebulan, setahun? Solusi hidup seringan bulu: Berhentilah menganggap diri Anda sebagai korban. Mulai sekarang, tanamkan dalam diri kalau punya hidup yang ringan bagai bulu itu tergantung hanyalah dari cara Anda memandang hidup. Toh, semua orang tak ada yang tak terjebak macet, bukan? Jadi, lain kali Anda terpaksa harus terjebak macet, lakukan hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian. Bahkan, Anda pun bisa belajar banyak hal di tengah kemacetan! Misalnya saja jika Anda mengendarai mobil pribadi, pasang radio di saluran berita yang penuh dengan informasi terkini. Atau, ingin belajar bahasa asing sendiri di dalam mobil? Beli kit pembelajaran bahasa asing yang dilengkapi dengan kaset audio. Putar kaset pembelajaran bahasa itu berulang-ulang. Dengan begitu, setiap hari Anda bisa menambah perbenda­haraan kata bahasa asing yang sedang dipelajari. Jika Anda naik taksi, bawa laptop dan manfaatkan waktu dengan mengerjakan tugas kantor. Nah, jika Anda naik transportasi umum, bawa novel atau buku yang bisa menemani perjalanan yang kurang menyenangkan itu. Lihat saja, di akhir bulan, hitung berapa banyak buku yang sanggup Anda baca! 3. Kebenaran Akan Memberi Jalan Hidup penuh beban: Hari Rabu tiba, dan saatnya progress meeting rutin mingguan. Di ujung meja sana, satu persatu bos mulai menanyai perkembangan yang dilakukan oleh anak buahnya. Dan, sialnya, minggu ini sebetulnya Anda tak banyak melakukan kemajuan. Begitu tiba giliran Anda, dengan nada terbata-bata Anda menjawab, “Semuanya sedang dalam proses, Pak.� Anda berharap jawaban yang diplomatis ini sudah cukup bisa memuaskan sang atasan dan beliau segera beralih ke rekan kerja yang lain. Eit, ternyata tidak! Bos pun mengembalikan bola, “Jadi sebetulnya apa saja yang sudah Anda kerjakan? Ingat, deadline tinggal tiga hari lagi. Saya minta laporan lengkap ada di meja saya segera.� Gluk, Anda hanya bisa menelan ludah yang mendadak terasa sangat pahit. Solusi hidup seringan bulu: Anda pikir atasan akan langsung puas saja dengan jawaban yang ala kadarnya itu? JIka hal ini terjadi, kenapa tak mencoba untuk berterus terang dengan apa yang terjadi? Misalnya saja, katakan kalau beberapa minggu belakangan ini energi Anda sangat terserap mengerjakan proyek lain yang kebetulan sekarang sudah berhasil diselesaikan. Lalu, beberkan apa saja yang sudah diselesaikan dan segera dikerjakan dalam waktu dekat. Ceritakan beberapa kendala yang terjadi, tapi tak perlu harus menyalahkan kondisi. Terakhir, ungkapkan kapan Anda sanggup menyelesaikan pekerjaan yang jadi tanggung jawab Anda tersebut. Uraian secara mendetail ini menunjukkan kalau Anda mengerjakan semua pekerjaan secara profesional, dijamin atasan tak akan meragukan kemampuan Anda lagi. 4. “Miss Bersih-Bersih� Hidup penuh beban: Semua orang tahu, Anda seorang maniak kebersihan. Lihat saja, rasanya tak ada satu debu pun yang selamat di rumah Anda. Segala sesuatu tertata dengan rapi, pada tempatnya, dan tak boleh melenceng satu milimeter pun. Kamar mandi bersih cemerlang dan berbau wangi, karena Anda meminta pembantu untuk menggosoknya sehari tiga kali. Begitu juga dengan kamar tidur Anda, bahkan kamar suite di hotel berbintang lima pun kalah rapi! Hidup dengan teratur memang menyenangkan. Tapi kalau sampai Anda panik dan tergopoh-gopoh mengambil sapu saat melihat satu remahan roti terjatuh di lantai, hmmm, mungkin rasanya agak kelewatan, ya? Solusi hidup seringan bulu: Lain kali Anda geregetan saat melakukan kegiatan bersih-bersih, coba lontarkan pertanyaan ini pada diri sendiri. Apakah Anda betul-betul cinta kebersihan ataukah hanya keinginan impulsif yang meledak-ledak? Mulai sekarang, berikan prioritas dalam hidup, misalnya buat jadwal bersih-bersih rumah dalam waktu seminggu, dan patuhi program yang sudah Anda buat itu. Dengan begitu, Anda selalu melihat rumah dalam keadaan bersih, dan tak jadi stres karena merasa tak punya waktu buat beres-beres. 5. Toleransi Punya Batas Hidup penuh beban: Saat sedang mengantri di salon, tiba-tiba datang seorang wanita yang langsung menyelonong memotong antrian. Sudah begitu, petugas penerimaan tamu di salon itu langsung mempersilakan si wanita tukang potong kompas itu, karena dia rupanya tak menyadari keberadaan Anda yang datang lebih dulu. Bukannya protes, Anda pun pasrah terpaksa harus menunggu setidaknya setengah jam lagi. Dari kecil, mungkin Anda dididik untuk menghormati orang lain, makanya Anda tak berbuat apa-apa saat kejadian itu menimpa. Teman, toleransi itu punya batas. Jangan biarkan hal-hal seperti ini terjadi, sehingga akan bisa membuat tumpukan rasa sebal bercokol di dalam hati Anda. Salah-salah, Anda bisa meledak tanpa kendali jika situasi tak tertahankan lagi. Solusi hidup seringan bulu: Belajarlah memperjuangkan hak Anda. Pada awalnya, hal itu memang terasa susah. Anda mungkin merasa canggung dan lidah terasa kelu saat harus melakukan tindakan yang bagi Anda terasa konfrontatif. Tapi, tidak! Yang sedang Anda perjuangkan itu adalah hak Anda. Bukankah menurut pelajaran Sejarah, penjajahan kabarnya sudah dihapuskan di atas muka bumi ini? Lain kali ada wanita kurang tahu diri yang menyelonong di depan Anda, coba tegur dengan sopan. Mungkin saja wanita itu hanya khilaf tak melihat barisan antrian sebanyak dari lebih dari sepuluh orang di depan matanya. Ungkapkan nada yang tetap ramah dan tenang. Dengan begitu, dia tak akan tersinggung atau merasa terserang. Begitu pula dengan Anda, hidup jadi tak terpolusi lagi oleh hal-hal yang mengganggu seperti itu. 6. Bikin Jadwal Tatabuku Hidup penuh beban: Boleh jadi, sekarang ini Anda sedang jadi perempuan paling sibuk sedunia. Tujuh proyek sekaligus ada di tangan, rencana perjalanan ke luar kota dan keluar negeri yang tiada henti, dan perhatian Anda sedang tersedot oleh rencana pembangunan kolam renang di belakang rumah. Akibatnya, Anda melupakan satu hal lain yang cukup penting ini: menyelesaikan tumpukan tagihan. Hari ini, bank mengirimkan surat peringatan kalau kartu kredit Anda sudah melewati limit sehingga untuk sementara tak bisa dipakai lagi. Dua hari sebelumnya, direktorat pajak melayangkan nota pemberitahuan kalau Anda dinyatakan belum membayar pajak bumi dan bangunan dua tahun berturut-turut. Ini belum seberapa, Marlinda, tetangga sebelah rumah, mengingatkan lewat pembantu Anda, kalau Anda lupa belum membayar satu set bedcover Kenzo yang dibeli sebulan lalu. Kelewatan! Solusi hidup seringan bulu: Urusan tatabuku memang kadang jadi pelik jika Anda tak tahu aturan mainnya. Mulai sekarang, buatlah jadwal teratur untuk urusan yang satu ini. Tandai agenda Anda untuk tanggal-tanggal penting jatuh tempo pembayaran ini dan itu. Begitu juga dengan jatuh tempo deposito, jadi Anda selalu ingat jika sewaktu-waktu Anda terpaksa mencairkannya. Secara teratur juga, luangkan waktu setidaknya 20 menit setiap minggu untuk memeriksa keuangan Anda. Jika Anda beruntung punya bank yang menyediakan fasilitas online banking, manfaatkan fasilitas ini untuk memudahkan hidup Anda. Dan yang penting jangan lupa siapkan dana darurat yang tak boleh dikutak-katik, kecuali jika ada keperluan mendadak. Dengan begitu, hidup Anda pun jadi lebih nyaman! 7. Jadwal Akhir Pekan “Padat Merayap� Hidup penuh beban: Karena kesibukan sehari-hari di kantor, Anda jadi tak punya banyak waktu untuk menyelesaikan keperluan pribadi, kecuali di akhir pekan. Begitu hari Sabtu tiba, PR pun sudah menggunung untuk dikerjakan. Mulai dari mencuci baju dan membersihkan rumah (maklumlah, apartemen Anda terlalu kecil dan tak kamar buat pembantu, selain itu Anda berjanji hidup mandiri tanpa bantuan asisten rumah tangga). Belum lagi belanja mingguan, pergi ke laundry untuk menaruh dan mengambil baju yang harus dicuci dry-clean, mengurus kartu keanggotaan gym, hingga ke tukang jahit untuk mengambil hasil permak jeans dan celana panjang. Bahkan di akhir pekan, agenda Anda pun penuh dengan berbagai kegiatan, mengalahkan jadwal kerja di kantor! Solusi hidup seringan bulu: OK, mungkin selama ini Anda sudah berusaha keras membuat jadwal kerja yang sangat rapi. Tapi jika di akhir pekan pun Anda tak bisa istirahat, mungkin ada yang salah pada timeline yang Anda buat itu! Coba terapkan konsep “win-win solution� dengan pasangan. Misalnya akhir pekan ini Anda bertanggung jawab mengurusi tempat tinggal, sedang suami mendapatkan giliran di minggu berikutnya. Dengan cara ini, Anda tak terlalu kewalahan tak punya waktu buat istirahat. Untuk urusan yang lain-lain, coba kompromikan dengan kesibukan di kantor. Cari tempat laundry yang berlokasi di dekat kantor, sehingga Anda bisa mengambilnya dengan mudah, misalnya. 8. Tak Perlu Semua Harus Sempurna Hidup penuh beban: Kesempurnaan itu bagaikan pisau bermata dua. Melakukan segala sesuatu dengan sempurna memang baik. Tapi, jika Anda kelewatan hingga jadi perfeksionis, sudah siapkah Anda menanggung konsekuensinya? Sesaat sebelum diminta menyiapkan laporan, Anda begitu ragu karena menganggap laporan yang Anda buat itu belum sempurna. Begitu pula, Anda selalu merasa ada yang kurang dengan dekorasi rumah, padahal semua teman yang pernah datang tak ada yang tak memberikan pujian atas indahnya dekorasi rumah Anda. Selama ini, apapun yang dikerjakan, Anda selalu merasa selalu saja ada yang kurang. Anda selalu memperhatikan berbagai hal hingga sedetail-detailnya, bahkan hingga ke ukuran mikro yang hanya bisa dideteksi oleh mikroskop. Anda tak pernah berhenti mencari-cari kesalahan yang diperbuat, hingga kelelahan sendiri. Solusi hidup seringan bulu: Teman, orang yang perfeksionis tak akan pernah merasa puas dengan segala sesuatu yang dikerjakan. Padahal, kesempurnaan itu tak eksis dalam hidup ini. Saat harus presentasi di depan klien, Anda sudah memeriksa dokumen hingga 17.590 kali, dan masih tetap merasa tak puas. Percayalah, itu hanya perasaan Anda saja. Anda tak akan dipecat dengan tidak terhormat, hanya karena membuat presentasi yang Anda rasa kurang sempurna. Paling-paling, bos atau klien akan minta dimodifikasi, dan pada meeting berikutnya, Anda bisa mempresentasikan revisi hasil kerja Anda. Jika Anda tak berhasil pada “tembakan� pertama, bukan berarti Anda gagal total! Justru, buat cara pandang yang berbeda, dan katakan kepada diri sendiri kalau ketidaksempurnaan ini akan memacu Anda untuk terus maju. 9. Bebaskan Diri dari Masalah Orang Lain Hidup penuh beban: Sahabat Anda menelepon karena baru bertengkar dengan tunangannya. Dia pun menangis tersedu-sedu karena merasa hidupnya sudah berakhir. Sahabat yang begitu terguncang pun membuat emosi Anda juga bergejolak. Entah apa yang terjadi, Anda memikirkan masalah dengan begitu mendalam, hingga tak bisa makan enak dan tidur nyenyak. Anda pun menyalahkan diri sendiri kenapa tak bisa menyenangkan hati sahabat. Solusi hidup seringan bulu: Sejak kecil, mungkin Anda dibesarkan dalam lingkungan di mana Anda selalu diminta untuk membuat hati orang lain senang. Hingga akhirnya, Anda pun lupa pada kepentingan sendiri. Sebagai teman yang baik, Anda memang perlu mendukung sahabat dalam keadaan suka dan duka. Tapi perlu diingat juga, Anda tak perlu sampai sedemikian rupa, apalagi jika masalahnya tak ada kaitannya sama sekali dengan Anda. 10. Prioritas Pemegang Kunci Hidup penuh beban: Anda selalu menganggap semua hal yang ada di dunia ini berlabel “penting�. Urusan pekerjaan, bos, teman, pacar, bahkan tetangga. Anda begitu ingin mengerjakan semua hal dalam waktu bersamaan. Tak heran, Anda pun jadi merasa stres sendiri! Solusi hidup seringan bulu: Jangan salah artikan kata “penting� atau “mendesak�. Cosmo tak mengajarkan Anda untuk menunda pekerjaan, tapi agar Anda punya waktu untuk berpikir dulu. Dengan begitu, saat sudah siap untuk mengerjakannya, Anda tahu ke mana arah yang dituju. Selain bisa bereaksi dengan lebih efektif, Anda juga bisa melakukannya sesuai dengan keinginan Anda. Teori yang sederhana tapi layak untuk dipraktikkan, bukan?

                            

Angels Or Devils

Angels Or Devils   

this is the last time
that I'm ever gonna come here tonight
this is the last time - I will fall
into a place that fails us all - inside

I can see the pain in you
I can see the love in you
but fighting all the demons will take time
it will take time

the angels they burn inside for us
are we ever
are we ever gonna learn to fly
the devils they burn inside of us
are we ever gonna come back down
come around
I'm always gonna worry about the things that could make us cold

this is the last time
that I'm ever gonna give in tonight
are there angels or devils crawling here?
I just want to know what blurs and what is clear - to see

still I can see the pain in you
and I can see the love in you

and fighting all the demons will take time
it will take time

the angels they burn inside for us
are we ever
are we ever gonna learn to fly
the devils they burn inside of us
are we ever gonna come back down - come around
I'm always gonna worry about the things that could break us

if I was to give in - give it up
- and then
take a breath - make it deep
cause it might be the last one you get
be the last one
that could make us cold
you know that they could make us cold
I'm always gonna worry about the things that could make us cold

lagu ini..gue bangedd ;)

Searching for the right
But it keeps avoiding me
Sorrow in my soul
Cause it seems that wrong
Really loves my company

He's more than a man
And this is more than love
The reason that the sky is blue
The clouds are rolling in
Because I'm gone again
And to him I just can't be true

[Bridge:]
And I know that he knows I'm unfaithful
And it kills him inside
To know that I am happy with some other guy
I can see him dying

[Chorus:]
I don't wanna do this anymore
I don't wanna be the reason why
Everytime I walk out the door
I see him die a little more inside
I don't wanna hurt him anymore
I don't wanna take away his life
I don't wanna be.... a murderer

[Verse 2:]
I feel it in the air
As I'm doing my hair
Preparing for another date
A kiss upon my cheek
He's here reluctantly to me

As if I'm gonna be out late
I say I won't be long
Just hangin' with the girls
A lie I didn't have to tell
Because we both know
Where I'm about to go
And we know it very well

[Bridge:]
Cause I know that he knows I'm unfaithful
And it kills him inside
To know that I'm happy with some other guy
I can see him dying

[Chorus:]
I don't wanna do this anymore
I don't wanna be the reason why
Everytime I walk out the door
I see him die a little more inside
I don't wanna hurt him anymore
I don't wanna take away his life
I don't wanna be.... a murderer

[Breakdown - Verse 3:]
Our love... his trust
I might as well take a gun
And put it to his head
Get it over with
I don't wanna do this... anymore

Oooohhh... anymore

[Chorus:]
I don't wanna do this anymore
I don't wanna be the reason why
And everytime I walk out the door
I see him die a little more inside
I don't wanna hurt him anymore
I don't wanna take away his life
I don't wanna be.... a murderer

Ooo... a murderer... no,no

heheeee...

pa lg vid klip nya...

nyinggung banged....

nyindir banged...

ngece tenannnnn....

jahat banged....

so unfaithfull....kaleeeeeee

rihanna senasip ama gw....

nga puas dg yg udah ada...

bermain2 dg kesalahan....

tp bedanya...dia udah bisa bilang

'I don't wanna do this anymore'

n

'I don't wanna hurt him anymore

'

mungkin aku BELUM....


tragedi putri beserta mio huahaaa

p3an Terban...McD Sudirman

2.40pm....mau berangkat gawe...

hari yg indah

putputputputree : kan dilampu merah
putputputputree : aku mau kekanan
putputputputree : aku berhenti di barisan paling kanan
putputputputree : pas udah ijo...aku jalan....
putputputputree : depanku ki pelan2
putputputputree : njuk aku berniat nyelip
putputputputree : baru berniat looo
putputputputree : blm sempet nyelip
putputputputree : stangku tuh kecantol motor dr blkng ku yg mau nyelip aku
putputputputree : pas nyelip aku...dia mungkin keilangan keseimbangan..njuk belak belok le nyetangi
putputputputree : nganti stangku kecantol
putputputputree : njuk aku kegeret ama dia

putputput putree: aku kan jatuhnya ke kanan....
putputput putree: pas itu aku cuma pake tank top ama jaket
putputput putree: njuk pundak kananku tergores aspal
putputput putree: jd memar
putputput putree: ama lutut kanan
putputput putree: ama kaki bawah kanan juga
putputput putree: sempet cium aspal...trus kepalaku pusing,,untung helm mio safety bgt

bizzare of triangle

Everytime I think of you
I feel shot right through
with a bow of gloom.
It's no problem of mine
but it's a problem I find
living a life that I can't leave behind.
There's no sense in telling me
the wisdom of a fool won't set you free.
But that's the way that it goes
and it's what nobody knows
and every day my confusion grows.
Everytime I see you falling
I get down on my knees and pray you'll say the words that I can't say.
I feel fine and I feel good
I'm feeling like I never should.
When ever I get this way
I just don't know what to say.
Why can't we be ourselves
like we were yesterday.
I'm not sure what this could mean.
I don't think you're what you seem.
I do admit to myself
that if I hurt someone else
then I'll never see just what we're ment to be.

hidup

dithidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai. bukan tentang berapa banyak cowok yg menelponmu dan juga bukan tentang siapa pacarmu/ orang yg kau taksir. bukan tentang siapa yg kau cium, atau pemuda mana yg menyukaimu.
bukan tentang kepopuleranmu. hidup ini bukanlah apakah kau memiliki banyak teman atau kau sendirian, dan bukan tentang apakah kau diterima atau tidak oleh lingkunganmu. hidup bukanlah soal itu.
namun hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan siapa yg kau sakiti. tentang bagaimana perasaanmu terhadap dirimu sendiri. tentang kepercayaan, kebahagiaan dan welas asih.
hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli dan membina rasa kepercayaan. tentang apa yg kau katakan dan apa yg kau maksudkan. tentang mengatasi rasa percaya dirimu. tentang menghargai orang apa adanya.
dan yg terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidup ini, untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yg tak bisa digantikan dengan cara lain. hidup adalah tenatng pilihan2 itu

Hey dad look at me
Think back and talk to me
Did I grow up according to plan?
Do you think Im wasting my time doing things I wanna do?
But it hurts when you disapprove all along

And now I try hard to make it
I just want to make you proud
Im never gonna be good enough for you
I cant pretend that
Im alright
And you cant change me

cuz we lost it all
Nothing lasts forever
Im sorry
I cant be perfect
Now its just too late and
We cant go back
Im sorry
I cant be perfect

I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be my hero?
All the days you spend with me
Now seem so far away
And it feels like you dont care anymore

And now I try hard to make it
I just want to make you proud
Im never gonna be good enough for you
I cant stand another fight
And nothings alright

Nothings gonna change the things that you said
Nothings gonna make this right again
Please dont turn your back
I cant believe its hard
Just to talk to you
But you dont understand

Erase Your Bad Habits, Fast!

Sekilas, rentetan kebiasaan ini memang nampak sepele. Tetapi jika tak waspada, bisa jadi impian Anda mendomisili ruangan berjendela besar milik si bos hanya tinggal isapan jempol belaka. Maka dari itulah, teman, sebelum terlanjur menghela napas penyesalan, Cosmo siapkan kiat-kiat trampil untuk mengikis kebiasaan-kebiasaan yang bisa membahayakan masa depan. Tak lama, puncak karier yang gemilang itu akan jadi milik Anda.

Unfriendly Habit 1:

Waiting to be handed what you want

"Duh, kenapa, ya, promosi jabatan itu tak kunjung menghampiri saya? Ya sudah, saya tunggu saja hasil penilaian performa kerja berikutnya." Oke, deretan kalimat itu tentu sering Anda dengar, atau jangan-jangan Anda juga pernah mengatakannya. Well, darling, sudah bukan zamannya lagi Anda duduk manis dan berharap posisi impian itu bakal jatuh ke pangkuan. Awas, bersikap pasrah seperti itu bisa membuat karier Anda terbengkalai. Elaine Sampson, pemilik Avocado Vision, perusahaan komunikasi interpersonal di Afrika Selatan berpendapat bahwa tindakan pasif tersebut justru melanda banyak wanita muda, terutama buat yang baru bergabung di dunia kerja. "Sebagian besar wanita enggan membahas prestasi yang telah mereka capai selama ini. Dan, di kala mereka berani mengutarakannya, tak jarang dari mereka yang malah bersikap rendah hati, berharap bukti sukses yang telah diraihnya itu bisa 'berbicara' dengan sendirinya," papar Elaine. Sayangnya, kenyataan itu jarang sekali terjadi.

Corner-office pointers:

- Entah Anda ingin kenaikan gaji atau promosi jabatan, jangan pernah sungkan untuk memaparkan kelebihan serta kemampuan kerja Anda di depan atasan. Pastikan juga para kolega tahu bahwa Anda benar-benar menguasai bidang pekerjaan yang Anda lakukan selama ini.

- Bersikap asertif dan jangan ragu untuk menawarkan bantuan atau tugas ekstra kepada atasan.

- Menurut Lois Frankel, pengarang Nice Girls Don€™t Get The Corner Office, sebelum menghadiri sesi review tahunan, pastikan Anda persiapkan terlebih dahulu daftar sukses yang ingin diutarakan di hadapan bos. Selanjutnya, pikirkan masak-masak tentang apa yang Anda inginkan dan kenapa Anda layak mendapatkannya. Utarakan hasil-hasil positif yang pernah Anda sumbangkan untuk perusahaan serta kontribusi yang Anda berikan kepada sesama rekan kerja selama ini. Gunakan sesi penting ini untuk mempromosikan diri kepada atasan.

Unfriendly Habit 2:

Put networking on the back seat.

Jangan pernah abaikan waktu untuk beramah-tamah dengan para kolega di kantor. Hei, tak ada salahnya sesekali bertukar cerita seputar akhir pekan Anda dengan mereka. Hanya pastikan kisah erotis Anda dan pasangan tetap jadi rahasia pribadi. Buhle Dlamini, pakar bisnis dari biro konsultan Young and Able berkata bahwa pada momen-momen inilah Anda punya peluang besar untuk lebih mengenal pribadi dari masing-masing rekan sejawat. Membangun jaringan relasi jelas penting. Karena di kala Anda butuh bantuan darurat, merekalah yang akan siap menolong Anda. Dan, hubungan sosial itu kerap lahir dari suatu kesamaan, seperti cara pandang, minat bahkan gaya hidup. "Tak bisa dipungkiri, setiap orang akan lebih semangat bekerja dengan kolega yang memiliki persamaan dengan dirinya," ungkap Dlamini. Menjalin relasi baik dengan klien dan para profesional lainnya di bidang yang Anda geluti juga punya peranan yang tak kalah penting bagi masa depan karier Anda.

Corner-office pointers:

- Frankel menyarankan untuk selalu meluangkan waktu sekitar 5% dari total jam kerja Anda per hari untuk membangun jaringan relasi. Anda tak pernah tahu kapan butuh uluran tangan mereka.

- Kegiatan di atas juga meliputi sesi berbincang di telepon dengan para kenalan Anda. Jangan ragu menghubungi para relasi baru (baik via email, sms atau telepon). Buat apa mengoleksi kartu nama mereka jika Anda tak tahu cara menggunakannya secara maksimal.

- Terapkan nasehat Frankel: bergabunglah dengan asosiasi atau komunitas untuk para profesional muda yang bergerak di bidang kerja Anda. Di dalam wadah itu, Anda bisa berburu banyak relasi penting sekaligus mencari sosok "guru" yang bisa jadi penasehat karier Anda.

- Ikut dalam grup aktivitas yang tersedia di kantor Anda. Kelas yoga atau kelompok pecinta film, misalnya. Atau, ambil inisiatif untuk menggelar acara hang out bersama beberapa teman dari satu divisi seusai jam kantor.

Unfriendly Habit 3:

Working hard (not smart)

"Kebiasaan menguras segenap tenaga untuk bekerja tanpa memedulikan kehidupan pribadi, lama-kelamaan bisa 'menggerogoti' kesehatan fisik dan batin Anda," jelas Dlamini. Frankel pun menambahkan bahwa banyak wanita yang merasa perlu bekerja dua kali lebih giat dibanding pria agar dinilai mampu oleh atasan. Padahal, asumsi itu salah besar! Cara tercepat untuk mengembangkan karier Anda adalah dengan memiliki kebiasaan kerja yang efektif.

Corner-office pointers:

- Frankel sarankan agar Anda bekerja hanya pada jam kantor yang telah ditentukan. Bukan berarti Anda tak akan pernah lembur. Hanya saja, jika Anda terus menerus lembur, itu pertanda ada sesuatu yang perlu Anda benahi: baik itu cara Anda mengelola waktu kerja atau cara Anda memilah prioritas tugas yang patut dikerjakan saat itu. Inilah saatnya untuk introspeksi, teman.

- Daripada sibuk lembur di kantor, coba fokuskan diri untuk mengembangkan cara yang efektif agar orang-orang dapat melihat performa Anda selama ini. Caranya, jadilah karyawan yang profesional, miliki ketrampilan berorganisasi yang andal, jaga hubungan baik dengan bos dan seluruh kolega, tunjukkan kemampuan berpikir secara strategis, dan berani ambil inisiatif dalam tiap kesempatan.

- Sebelum mulai bekerja di pagi hari, tentukan dahulu dengan seksama hal-hal apa saja yang ingin Anda capai hari itu dan coba patuhi daftar rencana tersebut.

Unfriendly Habit 4:

Taking feedback personally

Tak jarang wanita menanggapi kritik pedas dari sesama kolega atau bahkan atasan sebagai bentuk 'serangan' yang bersifat pribadi. Ya, wanita memang gemar menggunakan emosinya, termasuk saat bertugas di kantor. Padahal menurut Dlamini, seharusnya wanita memandang kritik sebagai kesempatan emas untuk membenahi kinerja serta kemampuan yang mereka miliki. Tak hanya itu, deretan saran dari si bos, klien atau rekan kerja juga bisa membantu Anda untuk meneropong keunggulan serta kekurangan diri Anda. Jelas, kuncinya terletak pada bagaimana Anda mengolah kritik tersebut. Daripada bersikap defensif, biarkan opini tajam itu memompa semangat Anda untuk menjadi sosok karyawan yang lebih baik lagi.

Corner-office pointers:

- Kembangkan sifat "tebal muka". Lain kali Anda dikritik, sisihkan sejenak perasaan sakit hati itu. Lalu, ikuti dahulu saran tersebut. Jika Anda merasa kritik tersebut tak masuk di akal, mintalah pendapat orang lain. Jika tanggapan mereka sama, barulah rombak sifat Anda itu secara perlahan.

- Ucapkan terima kasih kepada sang kritikus meski Anda tak setuju dengan pendapatnya, dan jangan beberkan alasan Anda itu di sela perkataan.

- Tanyakan pada atasan tentang hal-hal apa saja yang perlu dibenahi dari diri Anda. Lakukan sesi review ini secara rutin. Sifat Anda yang berani ambil inisiatif untuk meminta saran dan kritik dari si bos, jelas menunjukkan bahwa Anda adalah pekerja serius dan selalu coba untuk menjadi seorang profesional yang lebih baik lagi.

Unfriendly Habit 5:

Gossiping as your daily work

"Sulit memang menghindari kebiasaan yang satu ini. Kalau para wanita sudah berkumpul, hasrat untuk bergosip rasanya tak bisa dibendung lagi," ujar Ceti Prameswari, Psi, psikolog. Sah-sah saja jika sekali dua kali Anda ikut terlibat dalam ajang rumpi bersama rekan-rekan sekantor. Tetapi menurut Ceti, jika Anda terlalu sering memancing gosip, maka tindakan itu sangat berpotensi untuk mengganggu lingkungan kerja Anda. Waspadalah, teman. "Bisa jadi, kolega yang menjadi si topik gosip hilang kesabarannya dan melakukan tindakan balasan yang bisa 'melukai' karier Anda," papar Ceti. Belum lagi, jika atasan beserta rekan kerja lainnya mulai hilang kepercayaannya pada Anda. Bisa jadi, Anda dikucilkan dari arena pergaulan di kantor.

Corner-office pointers:

- Kerahkan segenap aura positif dengan selalu membicarakan keberhasilan serta kebaikan orang lain. Itu berlaku kapan pun dan di mana pun Anda berada. Termasuk di dalam toilet kantor sekalipun. Ingat, dinding kantor biasanya "bertelinga", teman.

- Jika Anda keceplosan berkata negatif tentang seorang kolega, buru-buru ralat dengan sebuah pernyataan positif tentang dirinya di akhir perbincangan.

- Jaga tiap rahasia yang telah dipercayakan oleh bos, rekan kerja, klien, atau narasumber kepada Anda. Sikap mulia itu akan meningkatkan kredibilitas Anda sebagai sosok profesional yang dapat dipercaya.

cemburu

Bicara soal cemburu, sudah tentu tiap orang pernah dihinggapi oleh perasaan yang satu ini. Tak cuma wanita yang bisa dilanda cemburu saat kekasihnya sering menerima telepon dari sang mantan pacar. Pria juga sering dibakar api cemburu ketika memergoki sang sahabat memberi perhatian lebih pada kekasihnya. Banyak orang bilang cemburu itu tanda sayang atau cinta. "Kalau tidak cemburu, berarti dia tidak cinta kepada saya" begitu menurut pengakuan seorang teman wanita saya.

Tapi, ngomong-ngomong, sinyal untuk menunjukkan Anda mencintai pasangan tak cuma harus diperlihatkan dengan rasa cemburu, bukan? Saya lebih memilih untuk memberi kepercayaan dan kebebasan. Dua hal itu saya anggap paling penting dalam suatu hubungan, apapun bentuknya. Mungkin itu sebabnya, beberapa teman heran dengan kemurahan hati saya yang sering mengizinkan istri saya untuk clubbing bareng teman-teman prianya, atau bahkan nonton berdua dengan seorang sahabat pria. Tentu saja saya tak keberatan. Bukan saja saya telah mengenal deretan pria-pria itu, tapi saya sadar betul bahwa pasangan saya memegang sebuah ponsel yang bisa saya hubungi setiap waktu. Aman, kan? Plus satu bonus lagi: jika si dia pergi bareng teman pria, artinya saya bebas tugas. Tak perlu sibuk mengatur jadwal buat mengantar jemput. Saya yakin seorang pria yang baik, pasti tak keberatan mengantar sahabatnya sampai ke depan rumah.

Cemburu pada si pengganggu

Namun bukan berarti saya jadi antipati dengan perasaan cemburu. Suatu ketika, pasangan sering menerima telpon dari seorang teman prianya. Hampir tiap malam, pria itu menelepon si dia untuk curhat. Akibatnya, telepon rumah si dia selalu sibuk sampai saya sulit menghubunginya. Inilah yang memancing kecemburuan. Saya jadi sulit berkomunikasi dengan pasangan sendiri. Padahal kami bisa dibilang pasangan sibuk yang jarang punya waktu buat kencan berdua. Apalagi tak lama kemudian mulai tersiar kabar kalau pria itu mulai jatuh hati pada istri saya! Rasanya sudah saatnya pasang kuda-kuda! Alasannya sederhana saja, pria itu tak sekadar jadi pengganggu komunikasi saya dengan pasangan, tapi ia punya niat menggeser posisi saya. Sayapun buru-buru ambil tindakan preventif. Jadi detektif gadungan guna menyelidiki nomor telepon pria itu, lalu saya bicarakan baik-baik dengannya tentang perilakunya yang meresahkan saya. Untunglah tak perlu adu jotos buat menyelesaikan hubungan ini. Pria itu spontan mundur teratur.

Hubungan minus cemburu

Seorang teman berkata pada saya,"Pantas kamu tidak pernah cemburu, usia pacaran kamu, kan, lama, jadi sudah saling mengenal!" Memang sih, hampir enam tahun saya berpacaran dengan wanita yang tahun lalu resmi jadi pasangan seumur hidup ini. Tapi sepertinya usia pacaran yang lama tak ada hubungan dengan rasa cemburu saya yang kadarnya sangat rendah.

Saya sadar saya punya hobi mengutak-atik mobil dan motor, main bilyar, serta nonton bola sampai pagi. Pasangan pun punya kesukaannya sendiri. Saya ingat betul, ia paling doyan berburu barang berlabel "sale", ngobrol berjam-jam di telepon, atau pergi ke rave party sampai pagi. Nah, berhubung sulit menemukan persamaan hobi di antara kami, saya lebih memilih membiarkan ia menjalani hobinya tanpa kehadiran saya juga rasa cemburu tadi. Toh konsekuensinya cukup menjanjikan: saya jadi punya waktu buat berlama-lama menjalani kegiatan favorit. Agar makin mulus, saya memilih untuk memberi kepercayaan penuh padanya. Sekuat tenaga saya belajar mengesampingkan perasaan yang namanya cemburu itu. Awalnya memang sulit. Tapi setelah dicoba, saya sangat menikmatinya.

Sulit dibayangkan jika saya terus cemburu. Bisa-bisa sebagian gaji yang biasanya saya sisihkan untuk memodifikasi mobil, amblas buat membayar tagihan ponsel. Konsentrasi yang harusnya bisa dipusatkan untuk menyodok bola delapan jadi terpecah gara-gara curiga pada bartender club favorit si dia.

Selain itu, saya malah makin bangga saat menggandeng si dia. Betapa tidak? ia punya banyak koneksi dan teman, di luar teman-teman kami berdua saat kuliah dulu atau pacar teman-teman saya. Tidak sia-sia bukan saya menjaga jarak dengan perasaan cemburu?

Cemburu dipertanyakan

Tapi ternyata, kisah cinta saya tak langsung berakhir seperti kisah Cinderella yang happy ending. Saat masih pacaran dulu, si dia pernah protes dan mulai mempertanyakan rasa cinta saya padanya. "Aku senang tidak pernah dilarang-larang, tapi lama-lama, kan, jadi curiga. Jangan-jangan kamu sudah tidak peduli sama aku lagi ya, atau malah sudah punya pacar baru"

Pertanyaan ini sempat bikin saya garuk-garuk kepala. Dasar wanita! Jarang merasa puas dalam hubungan! Setelah memutar otak sejenak, saya kembali minta ia tak mengaitkan ketidakcemburuan saya dengan rasa cinta. Toh tidak selamanya cemburu berarti cinta, bukan? Tak jarang cemburu malah jadi penghalang rasa cinta. Secara garis besar, bisa dibilang saya ini ogah cemburu agar hubungan jadi praktis dan tidak ribet! Menjadikan Jumat malam sebagai hari main bareng pasangan dan hari Sabtu sebagai hari berduaan rasanya lebih praktis ketimbang harus membagi hari Sabtu untuk belanja ke mal, ganti oli ke bengkel, sekaligus nonton bioskop berdua. Ribet! Apalagi jika punya pacar dua orang. Bukankah artinya semua kepentingan di atas jadi berlipat ganda jumlahnya? Oh tidak, bisa-bisa aksi Valentino Rossi di lapangan balap tak sempat lagi saya tonton, karena sibuk melakukan kegiatan yang tak perlu itu!

Is He A Player Or A Keeper?

Sebagai pria kami pun merasa harus mengutamakan proses filterisasi terhadap calon pasangan wanita yang kami seleksi. Namun, karena identitas biologis kami sebagai kaum Adam, seringkali perilaku selektif kami distigma sebagai aktivitas seorang playboy. Padahal, layaknya Anda kami pun memiliki perasaan. Dan perasaan tak bisa dipaksakan. Ketika tidak cocok, tentunya kami akan mencari yang lain. Wajar saja kan? Namun ketika hati telah terpincut, kami pasti menunjukkannya secara gamblang. Berikut beberapa situasi untuk menganalisa tingkah laku kami: The Eager-Meter Dalam usaha melakukan pendekatan kami pun mengadopsi Rational-Choice Theory (teori untung-rugi). Artinya, kami mengukur kadar kecocokan hubungan melalui proses analisa timbal-balik. Ketika Anda memberi respon yang kurang baik, maka cepat-cepat kami mundur teratur. Namun, jika Anda sangat spesial bagi kami dan bukan sekadar obyek iseng-iseng berhadiah, tentunya daya paksa dan rasa keukeuh untuk mendekati otomatis jadi lebih keras. "Bagi saya Morrissey itu benar, the more you ignore me the closer I get," ujar Harris, 24 tahun. The Audio-Rodeo Pada wanita yang sangat istimewa, konon kami ingin mengetahui segala hal mengenai dirinya. Bukan maksud menjadi stalker, namun bila Andalah si wanita itu, kami akan mendengarkan secara seksama saat Anda bicara, baik melalui telepon ataupun secara langsung. Intinya, kami selalu bersedia menjadi 'tong sampah' curahan hati Anda ketika tengah gundah ataupun gembira. Lain halnya pada wanita yang bukan target khusus, biasanya kami tidak begitu tertarik dengan cerita hidupnya. Reza, 23 tahun menyatakan, "Saya rela menelepon si dia hingga pulsa rumah bengkak demi menenangkan hatinya yang saat itu sedang resah soal masalah pekerjaan." The Booty-Call Bukan bermaksud jahat, tetapi Anda bisa melihat tingkat keseriusan kami melalui fluktuasi absensi kami dalam kehidupan Anda. Misalnya, dalam beberapa minggu terakhir kami sudah sangat jarang menghubungi baik melalui SMS atau telepon, dan tiba-tiba saja kami menghubungi tapi dengan hidden agenda dan kemudian dilanjutkan lagi berperilaku sama pada minggu berikutnya. Lain halnya jika kami sangat serius dengan Anda. Bisa-bisa menghubungi Anda layaknya minum obat saja, tiga kali sehari. Pangeran, 26 tahun berkata, "Cara saya menunjukkan bahwa saya tidak terlalu serius ialah dengan 'timbul-tenggelam', menghubunginya jika kebetulan ingat saja."